Tips pengembangan software untuk startup

Asslalamualaikum, wr. wb. semoga damai selalu menyertai kita semua.

Menyambung postingan sebelumnya ya Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Semarang – Networking, kali ini saya akan membahas tentang tips – tips pengembangan software untuk startup. Materi yang saya sampaikan disini merupakan pengembangan materi yang dibawakan oleh bapak Hamrowi (CEO Taman Media dan Crocodic Studio) yang beliau sampaikan saat saya mengikuti sesi networking 1000 Startup Digital Semarang.

Bagi kita yang sudah atau ingin menggeluti dunia startup pasti pernah mengalami permasalahan terkait dengan startup yang sudah atau mau kita bangun, misalnya dari segi teknologi, pemasaran, pengembangan software, dll. Nah, kali ini saya akan membahas beberapa tips yang mungkin bisa digunakan sebagai referensi, tentunya sesuai bidang yang saya geluti yaitu pengembangan software.

1. Jangan berfokus pada teknologi apa yang akan digunakan

pada saat ingin membuat atau mengembangkan sebuah startup, jangan berfokus pada teknologi apa yang akan digunakan. Hal ini biasanya terjadi terhadap orang – orang teknis seperti programmer. Lantas, harus fokus kemana dong? kita harus berfokus pada solusi dari masalah yang akan kita pecahkan. Mulailah dengan beberapa point berikut :

  • Why?

Kenapa startup atau fitur tersebut perlu dikembangkan. Hal ini penting untuk diketahui karena inilah yang nantinya menjadi dasar kita dalam proses pengembangan.

  • Ukur masalahnya

Pengukuran masalah juga penting untuk dilakukan, jangan sampai kita menghabiskan waktu dan resorce untuk mengembangkan fitur yang sebenarnya tidak memberikan dampak yang signifikan. Pastikan juga pengukuran masalah dilakukan melalui pengukuran terhadap data, bukan asumsi.

  • Kembangkan alternatif

Buat rangkaian alternatif apa saja yang kiranya dapat menjadi solusi dan pilih alternatif terbaik. Jadi jika satu alternatif gagal kita masih punya alternatif yang lain.

  • Rancang eksperimen

Ketika fitur sudah selesai dikembangkan, buatlah eksperimen untuk menilai apakah user dapat menerima fitur tersebut.

  • Pelajari hasil eksperimen

Jangan lupa pelajari data hasil eksperimen yang telah dilaksanakan dan putuskan apakah kita sudah bisa beranjak ke masalah yang lain.

  • Repeat!

2. Mulai dengan MVP (Minimum Viable Product)

MVP, atau minimum viable product, ialah sebuah produk yang memiliki spesisikasi paling minimum dan memiliki tujuan untuk memberi gambaran apakah dapat diterima di pasar. Software hanya memiliki fitur – fitur inti saja, sementara fitur – fitur tambahan yang lain dihilangkan.

MVP ini pada dasarnya sama seperti pengambangan software dengan model prototyping. Model pengembangan sofware ini tentunya sangat cocok diimplementasikan dalam software startup karena software startup pada umumnya requirementnya tidak jelas, sehingga kita perlu melakukan prototyping untuk mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkanoleh user kita dan mana yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Model unu juga lah yang dipakai dalam pengembangan aplikasi Go-Jek. Pada awalnya Go-Jek hanya menjadi perantara antara penumpang dan tukang ojek dan proses transaksinya hannya via telepon. Jadi pada intinya kita harus menentukan fitur utama software kita dan coba luncurkan ke pasar.

oiya, metode pengembangan ini biasanya disebut Iterative and incremental development. Berikut gambaran prosesnya :

scrum-iteration

image source : http://scrumreferencecard.com/scrumreferencecard-content/uploads/2013/03/scrum-iteration-detail.png

Jadi seperti yang terlihat pada gambar diatas, proses development tidak akan terhenti ketika sebuah fitur selesai. Proses development akanterus berjalan sesuai dengan perkembangan kebutuhan user.

3. Memprioritaskan solusi

Seperti yang saya bilang sebelumnya, dalam pengembangan sebuah software terutama untuk startup. Kita pasti akan menemui banyak masalah, entah itu masalah kecil ataupun masalah yang krusial. Namun dari beragam masalah yang kita hadapi, kita tidak boleh buru – buru untuk menyelesaikan semuanya. Kita harus membuat skala prioritas terhadap masalah yang akan kita selesaikan. Penggunaan skala prioritas ini tujuannya adalah agar proses penyelesaian masalah lebih efektif, jangan sampai kita berusaha menyelesaikan masalah kecil, eh malah masalah yang kritis belum terselesaikan. Berikut merupakan beberapa point yang dapat menjadi acuan untuk menentukan prioritas :

  • Resiko terkecil
  • Waktu eksekusi
  • Terukur
  • Dasar valid

Oke mungkin itu saja yang dapat saya bagikan.. nanti kalau dapat ilmu lagi saya share hehe

Last but not least, cheers and have a nice startup hehe

Referensi :

https://ronyfhebrian.wordpress.com/2015/11/01/bagaimana-membuat-minimum-viable-product-mvp/

Widi Hastomo

Hai, Nama saya Widi Hastomo. Saya adalah seorang software enginer yang punya passion di bidang web development. Saya sudah berada di dunia web development sejak tahun 2014 dan saat ini berdomisili di semarang, Jawa Tengah.

Tips pengembangan software untuk startup

Tagged on: