Belajar Server Cloud & Virtualization Bersama ID-Networkers | Day 5

2 Days remaining.. tak terasa pelatihan bersama ID-Networkers tersisa 2 hari lagi. Ya, dari 7 hari yang dijadwalkan sekarang sudah memasuki hari kelima. Jadi apa yang dipelajari pada hari ini? kita mempelajari Openstack.

Pengertian Openstack

OpenStack merupakan platform perangkat lunak untuk cloud compputing, baik publik, privat, maupun hybrid. Pada awalnya Openstack diprakarsai oleh perusahaan IT bernama Rackspace yang kemudian berkolaborasi dengan NASA sehingga pada tahun 2010 munculah sistem bernama Nebula yang saat ini bernama openstack.

OpenStack adalah sistem operasi cloud yg digunakan untuk mengelola sumber-daya a.l. komputasi, penyimpan dan jaringan, yg tersedia pada infrastruktur fisik seperti dalam sebuah fasilitas pusat-data (data-center). Admin atau pengguna dapat mengendalikan dan melakukan provisioning atas sumber-daya ini melalui dashboard / antar-muka web.

Open stack bekerja dengan cara membuat beberapa mesin virtual sehingga penggunakan resource fisik dapat diminimalisir.

Arsitektur Openstack

OpenStack sendiri dirancang dengan menggunakan aristektur modular yang terdiri dari komponen-komponen berikut:

openstack-architecture

  • Horizon – OpenStack Dashboard

Horizon merupakan arsitektur yang berfungsi menampilkan GUI dari dashboard OpenStack. Horizon menyediakan antar-muka web untuk semua layanan OpenStack termasuk Nova, Swift, Keystone dll.

Horizon sendiri dibuat menggunakan platform Django dengan konsep yg extensible dan mengunakan komponen-komponen reusable.

  • Nova – OpenStack Compute (komputasi)

Nova merupakan service yang memanage network virtual machine yang berjalan di compute nodes. Nova juga berfungsi sebagai distributed components yang berinteraksi dengan keystone untuk autentikasi, glances untuk menampung images, dan komunikasi dengan horizon web interfaces. Hal yang paling penting kita ketahui adalah services nova compute menggunakan libvirtd, qemu, dan kvm sebagai hypervisornya.

  • Neutron – OpenStack Networking (jaringan)

Neutron adalah salah satu komponen penting dalam openstack, neutron berfungsi untuk menghubungkan Instances(vm) ke dunia real. Singkatnya neutron adalah services yang menghandel dan memanage virtual networking infrastructure di dalam platform openstack cloud. Apa saja elemen-elemen tersebut? Elemen tersebut yaitu networks, subnets, dan routers. Beberapa advanced fitur seperti firewall dan VPN juga menggunakan services neutron.

  • Swift – OpenStack Object Storage (penyimpan)

Swift merupakan sebuah services di openstack yang memungkinkan sebuah block storage diubah menjadi object storage dan dengan adanya object storage maka user dapat melakukan store dan retrieve files dari object storage tsb.

  • Cinder – OpenStack Block Storage (penyimpan blok)

Cinder mrupakan services yang menagtur manajemen volume storage untuk virtual machine.

  • Keystone – OpenStack Identity (layanan identitas)

Keystone berfungsi sebagai centralized identity service dan Authorization Services di open stack, misalnya autentikasi username dan password credentials untuk user yang autentikasi ke cloud ato via horizon contohnya, keystone juga memberikan token atau istilahnya token-based systems untuk setiap user yang melakukan autentikasi. Dalam kata lain keystone itu bertindak sebagai SSO (Single-Sign On) authentication services untuk user dan komponen lainnya di openstack.

  • Glance – OpenStack Image

Glance adalah sebuah services yang bertugas sebagai registry atau penampung virtual machines images. Dengan adanya glance maka memungkinkan user untuk mencopy images tersebut menjadi sebuah instances (virtual machine) dengan lebih cepat karna services glance menjadikan virtual machines images tersebut sebagai template yang disimpan di dalam storage.

  • Ceilometer – OpenStack Telemetry (billing)

Ceilometer pada openstack  berfungsi monitoring resources di openstack itu sendiri, ceilometer mencentralized sources untuk memonitor dan metering data. Dengan adanya ceilometer maka administrator dapat mengukur penggunaan user dan membuat bill untuk pengguna sesuai dengan resource yang dipakai.

  • Heat – OpenStack Orchestration

Heat adalah sebuat services yang digunakan untuk menyusun/mengkolaborasi multiple composite aplikasi cloud menggunakan AWS menggunakan REST (Representational State Transfer) API dan CloudFormation-Compatible Query API. Software ini mengintegrasikan komponen lainnya dari openstack ke dalam sebuah one-file template. Dari template tersebut memungkinkan pembuatan hampir semua openstack resource type seperti : Instances, Floating, IPs, Volumes, Security Groups, Users, dan juga advanced fungsionality seperti High Availability, instance autoscaling, dan nested stacks.

  • Trove – OpenStack Database
Di fitur trove ini lah nantinya database openstack akan disimpan dan dimodifikasi

Referensi :

http://www.itfreelanceindo.com/readnews/136/Mengenal-Arsitektur-dan-Terminologi-Openstack.html

https://eueung.gitbooks.io/buku-komunitas-sdn-rg/content/pengantar_openstack/README.html

Widi Hastomo

Hai, Nama saya Widi Hastomo. Saya adalah seorang software enginer yang punya passion di bidang web development. Saya sudah berada di dunia web development sejak tahun 2014 dan saat ini berdomisili di semarang, Jawa Tengah.

Belajar Server Cloud & Virtualization Bersama ID-Networkers | Day 5

Tagged on: