Fungsi Direktori Dalam PHP

Fungsi direktori merupakan fungsi bawaan PHP yang memungkinkan Anda untuk mengambil informasi tentang direktori dan isinya. Secara lebih spesifik, fungsi direktori dalam php dibagi menjadi beberapa bagian seperti pada tabel dibawah ini :

Fungsi Deskripsi
chdir() Merubah direktori saat ini
chroot() Mengubah direktori root dari proses saat ini
dir() Membuka direktori pegangan dan mengembalikan sebuah objek
closedir() Menutup direktori pegangan
getcwd() Menampilkan direktori saat ini
opendir() Membuka direktori pegangan
readdir() Mengembalikan entri dari direktori pegangan
rewinddir() Mereset direktori pegangan
scandir() Menampilkan daftar file dan direktori dalam jalur tertentu

Berikut penjelasan lebih lanjut tentang fungsi direktori dalam php :

Fungsi chdir()

Fungsi ini digunakan untuk berpindah dari direktori satu ke direktori lain dengan catatan direktori tersebut sudah ada. Fungsi ini akan memberikan nilai balik berupa TRUE apabila berhasil dan nilai FALSE apabila gagal. Sintaks dasar dari fungsi chdir adalah sebagai berikut :

Berikut merupakan contoh penggunaan fungsi chdir dalam pemrograman PHP :

Ketika program tersebut dieksekusi maka akan terjadi perpindahan lokai saat ini yang semula berada di

D:\xampp\htdocs\latihan

menjadi

D:\xampp\htdocs\latihan\gambar

Fungsi getcwd()

Fungsi ini merupakan fungsi yang digunakan untuk menampilkan nama dari direktori yang saat ini sedang dibuka. sintaks dasar dari fungsi ini adalah :

Contoh penggunaan dalam program :

Fungsi chroot()

Fungsi ini digunakan untuk beralih menunju direktori akar dari direktori saat ini. Fungsi ini akan memberikan nilai balik berupa TRUE apabila berhasil dan nilai FALSE apabila gagal. Sintaks dasar dari fungsi chroot adalah sebagai berikut :

Sebagai catatan, fungsi ini tidak dapat bekerja pada platform windows

 

Fungsi dir()

Fungsi ini merupakan fungsi dalam php yang digunakan untuk membuka direktori pegangan dan mengembalikan sebuah objek. Objek berisi tiga metode yang disebut read (), rewind (), dan close (). Sintaks dasar fungsi dir adalah sebagai berikut :

Berikut merupakan contoh penggunaan fungsi dir dalam pemrograman PHP :

Tampilan program di browser :

dir php

Fungsi open dir(), readdir(), closedir(), rewinddir()

Fungsi ini sebenarnya merupakan penjabaran dari fungsi dir(). Fungsi opendir() = fungsi dir(), fungsi readdir() = fungsi dir->read(), dst. Yang membedakan kedua fungsi ini adalah pemanggilan variabelnya. Jika pada fungsi dir(), untuk membaca sebuah file cukup menggunakan sintaks

Namun jika menggunakan cara kedua, program harus memanggil dua variabel seperti pada sintaks berikut ini :

Jika dilihat, cara kedua memiliki keunggulan dimana alur programnya lebih mudah untuk dipahami. Berikut merupakan contoh apabila program pada fungsi dir diatas diubah menggunakan cara kedua :

Tampilan program dalam browser :

dir php

Fungsi scandir()

Fungsi ini merupakan fungsi yang digunakan untuk menampilkan file dalam suatu direktori dalam bentuk array. Berikut sintaks dasar fungsi scandir :

Contoh penggunaan fungsi scandir dalam program :

output dari kode program diatas akan menjadi :

Array

(

[0] => .

[1] => ..

[2] => untitled.JPG

)

Masih bingung? jangan sungkan untuk bertanya atau berkomentar 🙂

Widi Hastomo

Hai, Nama saya Widi Hastomo. Saya adalah seorang software enginer yang punya passion di bidang web development. Saya sudah berada di dunia web development sejak tahun 2014 dan saat ini berdomisili di semarang, Jawa Tengah.

Fungsi Direktori Dalam PHP

Tagged on: