Memahami Konfigurasi Dasar Laravel

Assalamualaikum Wr. WB. semoga damai selalu menyertai kita semua.

Melanjutkan postingan saya yang berjudul Cara Installasi Laravel pada tahun 2014 yang lalu, saya jadi tertarik lagi melakukan pembahasan tentang laravel. Pinginnya sih buat semacam series gitu hehe.. Jadi nanti saya akan membahas laravel dari dasarnya hingga dedengkotnya hehe

Untuk postingan kali ini saya akan membahas hal mendasar tentang laravel yang sepertinya cukup penting untuk diketahui bersama. Hal tersebut adalah konfigurasi dasar pada laravel seperti environment, maintenance, dll. Baiklah langsung saja kita mulai.

Mengakses Konfigurasi di Laravel

pembahasan pertama kita pada hari ini adalah bagaimana cara yang benar untuk mengakses konfigurasi pada laravel. Seperti yang kita tahu, laravel akan menggunakan konfigurasi yang tersimpan di dalam direktori config aplikasi kita, namun bagaimana cara mengksesnya dengan global?

Sebenarnya cara aksesnya sangat mudah karena laravel sudah menyediakan global function bernama config yang akan mengakomodir kebutuhan tersebut. Jadi semisal kita ingin mengkses nama aplikasi yang kita kembangkan, kita tinggal menggunakan sintaks berikut :

anda juga dapat menyertakan default value yang akan ditampilkan apabila tidak ada nilai balik yang dikeluarkan dengan sintaks berikut :

dengan sintaks tersebut, tulisan Hastomo akan ditampilkan apabila keluaran dari app.name berupa null atau tidak ditemukan.

Mengakses Konfigurasi Environment (.env)

Konfigurasi environment pada laravel akan disimpan dalam sebuah file bernama .env . File ini merupakan file yang cukup krusial, pasalnya pada file inilah kita menyimpan hal – hal yang berhubungan dengan data penting aplikasi kita misalnya app key, database connection, dll. Hal ini juga lah yang menyebabkan file .env tidak akan diupload ke source control seperti github karena masing – masing developer punya environment yang berbeda.

Lalu bagaimana cara mengakses konnfigurasi yang ada pada environment ini? caranya tinggal memanggil function env(‘nama_variable’), misal kita ingin memanggil konfigurasi environment untuk APP_URL, kita dapat menggunakan sintaks berikut :

kita juga dapat menyertakan default value apabila keluaran null atau tidak ditemukan

Cukup mudah bukan

Konfigurasi Maintenance Mode

Dalam proses development sebuah aplikasi, terkadang kita akan mengalami hal – hal yang mengharuskan kita untuk melakukan maintenance atau perawatan baik itu karena kegagalan fungsi ataupun pengecekan berkala. Lantas bagaimana mengatasi maintenance di laravel?

Laravel sendiri sebenarnya sudah memperhitungkan hal tersebut, laravel sudah menyediakan fungsi yang dapat digunakan melalui command line. anda dapat mengeksekusi perintah berikut untuk merubah aplikasi ke maintenance mode

atau eksekusi perintah berikut jika anda ingin menambahkan pesan saat maintenance

Kemudian anda dapat mengeksekusi perintah berikut untuk membuat aplikasi anda berjalan lagi

Secara default resources/views/errors/503.blade.php akan menjadi template bawaan yang ditampilkan saat proses maintenance berlangsung, jadi anda dapat mengubah template ini apabila menginginkan tampilan maintenance yang berbeda. Yang perlu diperhatikan adalah ketika aplikasi anda sedang berada pada posisi mamintenance maka proses queue pada aplikasi seperti auto reminder akan ikut dihentikan sampai aplikasi up kembali.

mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan terkait Konfigurasi Dasar Laravel. Apabila anda kurang jelas anda dapat membaca dokumentasi resminya disini atau anda dapat berkomentar dibawah.

Last but not least, cheers and have a nice code 😀

Widi Hastomo

Hai, Nama saya Widi Hastomo. Saya adalah seorang software enginer yang punya passion di bidang web development. Saya sudah berada di dunia web development sejak tahun 2014 dan saat ini berdomisili di semarang, Jawa Tengah.

Memahami Konfigurasi Dasar Laravel

Tagged on: